Budidaya Porang, Bernilai Ekonomis Tinggi!

korsatani – Porang merupakan tanaman penghasil umbi yang bernilai ekonomis tinggi. Ternyata, seorang petani bernama Paidi asal Jawa Timur meraup untung milyaran rupiah dari budidaya porang.

Jelas, kesuksesannya tidak diraih dalam satu malam. Ia pertama kali mempelajari kompleksitas tanaman Porang dan mencoba membudidayakan tanaman Porang yang ideal sebagai potensi pertanian baru.

Internet menjadi titik awal baginya untuk membudidayakan porang. Metode penanaman inovatif yang ditemukan Paidi setelah menjelajahi Internet membuat lahan bukit bukan lagi penghalang inovasi baginya.

Mengenal Tanaman Porang

Tanaman porang adalah tanaman umbi-umbian dan masuk dalam spesies Amorphophallus Muelleri Blume. Porang mengandung banyak glucomanan atau zat dalam bentuk gula kompleks dan serat larut yang berasal dari ekstrak akar tanaman.

Bisa dikatakan Porang merupakan salah satu tumbuhan asli yang ada di Indonesia dan tersebar luas di pulau Jawa. Kontur dan iklim tanah yang paling cocok untuk pertumbuhan di Jawa mendukungnya.

Untuk tumbuh, tanaman porang membutuhkan naungan sehingga dapat dibudidayakan sebagai tanaman sela pada hutan rakyat atau hutan tanaman.

Umbi tanaman Porang bisa diolah menjadi makanan. Dengan kata lain pemanfaatan umbi-umbian dari tumbuhan porang merupakan salah satu diversifikasi pangan, sehingga masyarakat tidak dibatasi hanya makan satu tumbuhan saja.

Porang bisa menjadi makanan alternatif selain nasi. Selain itu, umbi porang juga telah terbukti dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik, obat-obatan, dan bahan baku industri.

Morpologi Tanaman Porang

Tanaman Porang

Batang pada tanaman porang memiliki bentuk tegak, lunak, halus, berwarna hijau atau hitam dengan bercak putih. Satu batang tegak lurus, biasanya akan pecah jadi tiga batang sekunder dan menjadi beberapa tangkai daun.

Perkembangan morfologinya berupa daun tunggal menjari dengan ditopang oleh satu tangkai daun yang bulat. Pada tangkai daun akan keluar beberapa umbi batang sesuai musim tumbuh.

Helai daun dapat memanjang dengan ukuran 60-200 sentimeter dengan tulang-tulang daun yang kecil terlihat jelas pada permukaan bawah daun. Sementara itu, panjang tangkai daun antara 40-180 sentimeter, dengan daun-daun yang lebih tua biasanya biasanya berada di pucuk.

Lalu, tanaman berakar primer ini dapat tumbuh kurang lebih setinggi 1,5 meter tergantung. Ketinggian tanaman porang juga dipengaruhi oleh umur dan kesuburan tanah.

Umbi porang terdiri atas dua macam, yaitu umbi batang yang berada di dalam tanah dan umbi katak (bulbil) yang terdapat pada setiap pangkal cabang atau tangkai daun.

Umbi yang banyak dimanfaatkan yakni umbi batang. Biasanya berwarna kuning kusam atau kuning kecokelatan. Bentuk umbi khas, yaitu bulat simetris dan di bagian tengah membentuk cekungan.

Jika umbi dibelah, bagian dalam umbi berwarna kuning cerah dengan serat yang halus, karena itu sering disebut iles kuning.

Bagi Anda yang tertarik untuk menanam dan membudidayakan porang, berikut syarat, teknik, dan cara tanam yang harus diketahui agar budidaya porang berhasil panen.

1. Syarat Budidaya Porang

Sebelum mulai membudidayakan tanaman ini perlu memperhatikan setidaknya tiga hal yaitu jenis dan keasaman tanah, kondisi lingkungan dan iklim.

Hakekatnya tanaman porang akan tumbuh lebih baik bila diletakkan di tanah yang gembur dan tidak tergenang air. Selain itu dengan kadar keasaman tanah atau pH tanah berada di rentang 6-7.

Karena tanaman Porang membutuhkan tanaman lain untuk tumbuh, maka perlu memperhatikan kerapatan tanaman yang menampung atau menaungi tanaman Porang.

Jenis tanaman yang baik menaungi tanaman porang adalah mahoni, jati, dan sono. Yang terakhir, tanaman porang akan lebih baik jika ditanam pada tanah dengan ketinggian 100-600 meter di atas permukaan laut.

2. Teknik Membiakkan Porang

Setidaknya ada tiga cara untuk mengembangbiakkan tanaman porang, yaitu:

  • Dari katak atau bulbil porang

Katak atau bulbil porang berwarna cokelat kehitaman biasanya muncul pada tangkai dan pangkal daun. Saat panen anda bisa kumpulkan katak kemudian simpan sampai musim penghujan, lalu tanam katak itu pada tanah yang telah disiapkan.

  • Dari Buah atau Biji

Dalam kurun waktu 4 tahun porang akan berbunga, kemudian berubah menjadi buah atau biji. Satu tongkol buah atau umbi porang bisa menghasilkan 250 butir. Gunakan itu sebagai bibit, namun harus disemai terlebih dahulu

  • Dari Umbi

Umbi porang yang berukuran kecil bisa diperoleh dari hasil pengurangan tanaman porang yang sudah rapat. Hasil pengurangan tanaman porang ini yang bisa dikumpulkan kemudian dimanfaatkan sebagai bibit.

Sedangkan untuk umbi porang yang berukuran besar bisa dibelah dulu menjadi beberapa bagian. Setelah itu bagian itu bisa ditanam di lahan yang telah disiapkan.

3. Cara Tanam Porang

Tanaman porang sangat baik bila ditanam pada musim hujan. Awalnya, cara menanam porang adalah masukkan bibit porang yang telah disiapkan ke dalam lubang tanaman yang sudah disiapkan.

Perlu diperhatikan bahwa letak bakal tunas tanaman porang harus menghadap ke atas. Kemudian pada setiap lubang tanah yang telah disiapkan tersebut harus diisi 1 bibit porang dengan jarak tanam antara 1 kali 1 meter. Setelah selesai tutup kembali lubang dengan tanah setebal 3 sentimeter.

Itulah cara budidaya tanaman porang. Langkah selanjutnya adalah perawatan tanaman tersebut. Anda bisa melakukan pemupukan satu tahun sekali saat masuk musim hujan dengan pupuk urea 10 gram dan 5 gram SP 36.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *