Cara Membuat Tabulampot, Mari Simak!

Korsatani – Tabulampot atau tanam buah dalam pot merupakan salah satu cara menghindari berkebun di lahan sempit. Tentunya bagi yang memiliki lahan luas, Anda bisa dengan mudah menanam buah apa saja di mana saja. Namun, bagi para amatir yang tinggal di kota dengan lahan terbatas, menanam buah tidaklah nyaman.

Karena pohon buah-buahan biasanya memiliki batang yang tinggi, maka dibutuhkan lahan yang luas. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sejak tahun 1979 dikembangkan metode penanaman buah dalam pot (Tabulampot).

Hingga saat ini, metode ini terus berkembang dan penggemarnya terus bertambah. Banyaknya badan pembibitan yang menjual benih Tabulampot menunjukkan perkembangan tersebut. Tabulampot semakin populer karena selain sebagai tanaman yang dapat dimakan, Tabulampot juga dapat digunakan sebagai tanaman hias. Unsur estetika juga menjadi alasan penting meningkatnya jumlah penggemar Tabulampot.

Jenis Tanaman yang Mudah Ditanam dan Mudah Berbuah

Tabulampot
Sumber: Bibitonline.com

Pada dasarnya hampir semua jenis tanaman buah dapat ditanam dalam pot, namun tidak semua tanaman dapat berbuah dengan metode Tabulampot. Misalnya rambutan, jambu biji, manggis, klengkeng, atau duku yang tergolong tanaman buah yang sulit menghasilkan buah dalam pot.

Meskipun tanaman ini dapat tumbuh subur di pot bunga, namun hingga saat ini masih belum dapat berbuah dengan metode Tabulampot. Beberapa tanaman yang cenderung berbuah dalam pot antara lain jambu air, belimbing, jeruk, sawo, mangga, dan jambu biji. Tanaman ini terdaftar sebagai tanaman yang paling mungkin berbuah dalam pot.

Langkah – Langkah Membuat Tabulampot

Untuk membuat Tabulampot ada beberapa langkah yang harus dilakukan, diantaranya:

1. Memilih Bibit Tabulampot

Benih tanaman tabulampot sebaiknya merupakan benih yang dihasilkan dengan pengembangbiakan secara vegetatif. Artinya, biji dari hasil cangkok atau stek. Pasalnya, bibit atau stek yang dicangkok dapat lebih cepat berbuah dan memiliki ciri yang sama dengan induknya. Selain itu tingkat keberhasilannya lebih besar dibandingkan dengan menggunakan pengembangbiakan benih. Gunakan bibit dari induk yang sehat dan berkualitas tinggi.

2. Menyiapkan Media Tanam & Pot

Selain bibit berkualitas tinggi, media tanam juga menjadi faktor penentu keberhasilan Tabulampot. Media tanam yang baik adalah media tanam yang kaya unsur hara yang dibutuhkan tanaman, dapat menyimpan air dan gembur.

Media tanam yang biasa digunakan adalah campuran tanah, pasir, arang sekam dan pupuk atau kompos. Perbandingan campuran media tumbuh daun tembakau 1: 1: 1: 2. Jika keasaman tanah terlalu tinggi, tambahkan kapur dolomit dan aduk semua bahan hingga tercampur rata. Biarkan sekitar 10 hari agar media tanam menjadi dingin dan padat.

Setelah menyiapkan media tanam, langkah selanjutnya adalah menyiapkan pot. Jika tidak ada pot plastik, Anda dapat menggunakan ember bekas, ember plastik atau pot yang terbuat dari semen. Diameter pot minimal 1 meter, atau tergantung jenis tanamannya. Letakkan pot di alas agar dasar pot tidak menyentuh tanah. Dengan cara ini, akar tanaman tidak akan menembus tanah dan drainase akan berjalan dengan baik.

Tahap – Tahap Menanam Tabulampot

1. Letakkan pecahan batu bata atau genteng pada dasar pot. Kemudian letakkan ijuk atau sabut kelapa diatasnya.
2. Isi pot dengan media tanam setengahnya saja.
3. Buka polybag dan letakkan bibit pada pot tersebut.
4. Kemudian timbun dengan tanah hingga pangkal batang.
5. Padatkan media tanam disekitar batang agar tanaman tidak mudah roboh.
6. Siram dengan air secukupnya.
7. Buat naungan sementara agar tabulampot beradaptasi.
8. Siram tanaman jika media tanam terlihat kering.
9. Setelah kurang lebih 10 hari, buka naungan sedikit demi sedikit agar tabulampot beradaptasi dengan sinar matahari.

Perlu diingat bahwa penyiraman hanya boleh dilakukan bila perlu. Jangan biarkan media tanam terlalu basah. Penanaman pada media yang basah dapat menyebabkan tanaman mati karena rawan jamur dan busuk akar. Jika perlu, kurangi beberapa daun atau cabang tanaman sebelum ditanam di dalam pot untuk mengurangi penguapan dan menghindari tanaman menjadi layu.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *