Eceng Gondok dapat Meningkatkan Berat Badan Broiler

Prospek Usaha Budidaya Ayam Broiler

Budidaya ayam broiler sudah dikenal sejak zaman dahulu, dimana usaha ini terus meningkat dari tahun ke tahun, karena meningkatnya permintaan akan daging ayam broiler. Tidak bisa dipungkiri usaha peternakan ayam broiler adalah usaha yang sangat menjanjikan, karena adalah salah satu usaha dibidang peternakan yang cepat menghasilkan keuntungan dalam waktu sebulan atau lebih, dan juga tidak heran usaha peternakan ayam broiler ini banyak diminati oleh masyarakat dan terus berkembang sampai sekarang karena permintaan pasar yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pengertian Eceng Gondok

Eceng gondok merupakan salah satu tumbuhan air yang sering merusak lingkungan seperti danau dan sungai, pertumbuhan tanaman ini sangat cepat, sehingga diperlukan upaya khusus agar tidak mengganggu dan merusak lingkungan, namun dibeberapa daerah di Indonesia tanaman eceng gondok ini diolah untuk dikonsumsi atau dijadikan kerajinan tangan. Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan tambahan dalam air minum ayam broiler belum banyak digunakan (inkonvensional) masyarakat, tetapi ketersediaannya sangat memadai pada musim kemarau maupun musim hujan.

Manfaat Sari Eceng Gondok Untuk Ayam Broiler

Eceng gondok berfungsi sebagai bahan tambahan dalam air minum ayam yang dapat meningkatkan berat badan ayam broiler dengan cepat dan berfungsi sebagai pengganti vitamin pada ayam broiler, sehingga menghasilkan daging ayam yang bebas residu

Kandungan Eceng Gondok 

Menurut Balai Penelitian Perkebunan Bogor eceng gondok mengandung 13,03% protein kasar, 20,16% serat kasar, 3,09% kalsium (Ca), 0,45% fosfor (P), 1,1% lemak, 25,98 bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan 23,87 abu.

Pakan Ayam Broiler 

Pemberian pakan pada ayam broiler mengikuti standar dari perusahaan yang bersangkutan, dengan kandungan nutrisi dan jenis pakan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan ayam

Jenis Kandang 

Jenis kandang untuk pemeliharaan ayam broiler adalah kandang panggung baik close house maupun open house yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di Negara-negara maju lebih dominan menggunakan kandang close house dimana kondisi dan suhu didalam kandang sudah di atur, sedangkan kandang open house ini banyak digunakan oleh peternakan rakyat. 

Persiapan Menjelang Kedatangan DOC

Persiapan kandang berupa sanitasi dan pembersihan kandang, kegiatan yang dilakukan adalah pencucian dan penyemprotan kandang menggunakan sprayer. Pencucian dan penyemprotan ini bertujuan untuk membersihkan kotoran dari pemeliharaan sebelumnya. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah pengapuran kandang untuk membuhuh mikroorganisme sejenis jamur. Setelah itu menyiapkan brooding atau indukan.

Cara Pembuatan Saredok (Sari Eceng Gondok)

Perlakuan pada eceng gondok, pertama kali kita harus mengambil eceng gondoknya dari akar sampai ke daunnya, setelah itu dicuci sampai bersih, buang bagian akarnya yang sudah tua, selanjutnya timbang eceng gondok tersebut, 1 kg eceng gondok untuk 1 liter air, selesai ditimbang masukkan eceng gondok tersebut kedalam ember atau wadah , setelah itu tumbuk eceng gondok tersebut hingga airnya benar – benar keluar, lebih kurang 15 menit , setelah itu masukkan 1 liter air, aduk sampai airnya menyatu dengan eceng gondok tersebut, lebih kurang 2 menit, selesai ditumbuk saring eceng gondok tadi hingga airnya keluar, pisahkan air nya dengan ampasnya , dan masukkan airnya ke dalam wadah yang bisa ditutup. Eceng gondok ini hanya bisa dipakai sampai 3 hari setelah proses pembuatannya, kalau lebih dari tiga hari akan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Teknis Pemberian Saredok (Sari Eceng Gondok)

Pemberian saredok ini diberikan sebanyak 5% dari sari eceng gondok yang sudah diolah kemudian dicampurkan dengan jumlah kebutuhan ayam pedaging, seperti: 

Kebutuhan air minum minggu pertama 200 ml/ekor/hari jadi, (5%  x  200 ml), sehingga ekstrak eceng gondok yang akan diberikan adalah 10 ml  dan air sebanyak 190 ml

Tenis Pemeliharaan Masa Brooding 

Pemeliharaan pada masa brooding ini harus benar-benar diperhatikan karena akan berdampak pada pemeliharaan selanjutnya, pemeliharaan masa ini bisa dilihat dengan empat kondisi pada DOC, pertama jika DOC menjauhi pemanas maka itu tandanya DOC kepanasan dan suhu dari pemanas ini harus dikecilkan, yang kedua jika DOC mendekati pemanas maka DOC kedinginan dan hal yang harus dilakukan adalah menambah suhu dari pemanas, jika DOC menyebar di brooding artinya suhu d dalam brooding normal dan sesuai dengan DOC, dan yang terakhir jika DOC menyudut atau berkumpul pada suatu titik artinya ada bahaya atau ancaman dari benda atau hewan lainnya. 

Pemeliharaan Fase Grower dan Finisher

Setelah masa brooding selesai brooding dilepas atau dilebarkan, selanjutnya adalah fase grower yang disebut juga dengan fase pertumbuhan pada fase ini pemeliharaanya tidak sekomplek pemeliharaan pada masa brooding karena antibodi pada ayam mulai terbentuk dan tidak terlalu rentan terhadap serangan penyakit, pemberian pakan pada fase ini sesuai dengan kebutuhan nutrisinya berdasarkan umur dan standar dari perusahaan, dan pemberian sari eceng gondok sama dengan dosisi sebelumnya yang membedakan adalah jumlah kebutuhan air minum yang selalu berubah setiap harinya.

Recording 

Recording atau pencatatan ternak, recording ini sangat direkomendasikan untuk peternak pemula, recording ini bertujuan untuk mengetahui segala hal tentang ternak atau jejak rekam ternak berupa video, catatan, dalam bentuk tulisan, dan foto, recording ini menyangkut pencatatan berat rata-rata DOC, umur ternak, pertambahan berat-badan harian dan mingguan, program pemberian pakan dan minum, program pemberian vaksinasi dan vitamin, serta umur panen dan berat rata-rata penen.

Biosecurity 

Biosecurity merupakan garda terdepan dalam suatu usaha peternakan, yang merupakan sebuah program yang dirancang untuk melindungi ternak dari serangan bibit penyakit patogen maupun non patogen, program biosecurity ini dibagi menjadi 3 zona, yang pertama adalah zona merah yaitu zona di luar gerbang, zona kedua adalah zona kuning yang dimulai dari awal masuk gerbang sampai batas tertentu dari sebuah usaha peternakan, dan yang ketiga adalah zona hijau yaitu zona dimana ternak tinggal yaitu sekitaran kandang ayam.

Bobot akhir

Hasil produksi yang didapat dapat dicari berapa berat rata-rata dari usaha kita, yaitu dengan cara jumlah bobot badan akhir / jumlah ayam yang dipanen.

FCR (Feed Conversion Ratio)

FCR (feed convertion ratio) adalah suatu pembanding antara pakan yang masuk kedalam tubuh ayam dan jumlah bobot badan yang dihasilkan, semakin kecil nilai dari suatu FCR maka akan semakin baik, FCR dirumuskan dengan: 

Jumlah pakan yang dikonsumsi / berat badan akhir

Misalkan:  jumlah konsumsi pakan/ekor : 3 kg

Berat badan akhir: 2 kg /ekor 

Maka FCR : Jumlah pakan yang dikonsumsi / berat badan akhir 

      : 3 kg / 2 kg = 1.5

Maka FCR yang diperoleh adalah 1.5.

Biodata Penulis

Nama: Sylvina Alzari

NIRM: 020320186

Jurusan: Peternakan

Program Studi: Penyuluh Peternakan dan Kesejahteraan Hewan

Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor tahun 2021

Ashkadia Bond

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *