MANAGEMENT PARENT STOCK BROILER

Klasifikasi Pada Ayam

Pada klasifikasi atau pengelompokanm ternak, ayam dapat dibedakan atau diklasifikasi standart dan klasifikasi ekonomi.  Klasifikasi standart meliputi bangsa ayam, galur/strain serta varietas.  Sedangkan klasifikasi ekonomi meliputi ayam seperti tipe petelur (egg type), tipe pedaging (meat type), dwiguna (dual propose) dan fancy/ornamental. (achmanu dkk,2011).

Apa Itu Parent Stock?

Garis keturunan dalam menghasilkan final stock secara berurutan menurut Direktorat Jenderal Peternakan (1986) yaitu

  • Pure Line
  • Great Grand Parent Stock
  • Grand Parent Stock
  • Parent Stock
  • Final Stock

Seperti layaknya seekor ayam induk, Parent stock merupakan jenis ayam yang digunakan untuk menghasilkan ayam akhir (final stock).  Yang merupakan hasil dari berbagai rekayasan genetic untuk kebutuhan tertentu dengan melalui berbagai persilangan dan seleksi, sehingga diperoleh hasil akhir yang produktif atau lebih unggul daripada tetuanya.

Jenis Strain Parent Stock untuk Broiler

Jenis strain PS broiler yang banyak dipelihara oleh breeding farm diIndonesia adalah PS strain Cobb dan strain Ross.  Strain Rose berasal dari Inggris dan memiliki keunggulan pertumbuhan cepat, pemanfaatan pakan tinggi, mortalitas rendah, kaki kuat dan tidak mudah lumpuh, sistem kerja jantung kuat, dan ketahanan kebisingan yang kuat.  Kemudian Strain Cobb berasal dari benua Amerika dan merupakan ayam pedaging dengan bulu putih, jengger tunggal, kaki kuning dan karakteristik besar.  Keunggulan Cobb adalah kapasitas konversi pakan cukup baik, laju pertumbuhan cepat, dan keseragaman tinggi.

Kesehatan

Program Pencegahan Penyakit

Program pencegahan penyakit yaitu program untuk mencegah terjadinya penyebaran bibit penyakit yang disebabkan oleh bakeri, virus, jamur, protozoa, parasit, serangga, tikus atau hama.  Program tersebut meliputi Biosecurity Konseptual, Biosecurity Strukturan dan Biosecurity Operasional.  Sistem pencegahan penyakit lebih baik daripada pengobatan, karena biaya yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit atau efisien dan juga lebih murah yang mana konsepnya adalah kebersihan lingkungan peternakan, melakukan desienfeksi total dan mencegah atau membatasi orang selain karyawan untuk masuk kedalam area farm, ataupun masuknya alat dan kendaraan yang sifatnya bukan dikhusus-kan untuk dipergunakan di farm.

Pemberian vaksin (antigen) fungsinya sebagai perangsang untuk pembentukan imunitas (antibodi) / sistem imun di dalam tubuh.  Vaksin terbagi menjadi 2 tipe yaitu vaksin hidup (live) dan vaksin yang dilemahkan atau dimatikan (killed).  Kemudian macam-macam metode vaksinasi yaitu ocular (tetes mata), intra nose (tetes hidung), intra oral (cekok mulut), intramuscular (suntik daging), subcutaneous (suntik bawah kulit) dan drink water (melalui air minum).

Re-Produksi

Perkawinan dan Sex Ratio pada Parent Stock

Perkawinan merupakan suatu proses untuk menghasilkan keturunan.  Untuk menghasilkan keturunan yang efektif, efisien serta sesuai dengan kriteria, maka metode perkawinannya pun harus tepat.

Sex ratio merupakan suatu perbandingan antara jumlah pejantan tehadap betina dalam suatu kandang.  Satu pejantan mampu mengawini betina berkisar 10-12 ekor pada perkawinan alami.  Pejantan berusaha kawin antara 10-30 kali dalam sehari, bergantung pada jumlah betina yang tersedia, saingan pejantanlain, intensitas cahaya dan lama pencahayaan serta suhu serta kelembaban dikandang.  Perbandingan sex ratio antara ayam pembibit pejantan dan ayam pembibit betina sebaiknya menggunakan perbandingan 1:10, dengan tujuan agar pejantan tidak saling berebut saat akan kawin.  1:10 artinya satu ekor pejantan berbandingan dengan 10 ekor betina dengan harapan betina dapat menghasilkan telur fertil, jika sex ratio lebih dari atau kurang dari standar, maka ada kemungkinan ayam betina tidak dikawini sehingga dikhawatirkan akan ada telur yang tidak dibuahi atau telur infertil.

Ada empat metode perkawinan pada ayam bibitan yaitu:

Flock Mating: Merupakan metode perkawinan dengan sex ratio menggunakan pejantan lebih dari atau sama dengan 2 ekor dan menggunakan betina lebih dari atau sama dengan 2 ekor.  Metode ini umumnya sudah lumrah digunakan oleh peternak karena efisien dari Waktu, Tenaga, Biaya serta Tempat.

Pens Mating: Merupakan metode perkawinan dengan sex ratio menggunakan 1 ekor pejantan untuk betina sama dengan atau lebih dari 2 ekor.

Stud Mating: Merupakan metode perkawinan dengan sex ratio menggunakan 1 ekor pejantan dan 1 ekor betina.

Artificial Insemination (AI)/Inseminasi Buatan (IB): Merupakan metode perkawinan secara buatan dengan cara memasukkan sperma ayam jantan yang telah diencerkan dengan NaCl Fisiologis ke dalam saluran reproduksi ayam betina yang sedang berproduksi.  Pada ayam metode AI tidak seefisien pada sapi, oleh karena itu banyak yang tidak menerapakan metode perkawinan ini pada ayam.

Management Pasca Panen – Koleksi Telur

Koleksi telur dari kandang dilakukakan minimal 2 kali perhari, yang bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan terjadi telur kotor terkena kotoran ayam, jatuh dari mess dan retak terpatuk oleh ayam.  Rata-rata siklus ayam bertelur adalah dari pagi sampai siang hari sekitar pukul 14:00 tapi bisa jadi berbeda, intinya ayam memproduksi telur lamanya adalah 25 jam, jadi dalam 1 minggu itu pasti ada satu hari dimana ayam tersebut tidak bertelur, kemudian dalam penyimpanan telur pada eggtray, biasanya bagian tumpul telur diletakkan disebelah atas, dan bagian runcing telur berada dibagian bawah.  Hal ini dimaksudkan agar kantong udara yang terdapat dibagian telur yang tumpul tetap berada diatas supaya daya tetas tidak menurun.  Selanjutnya tempat penyimpanan telur sebaiknya dibuatkan ruangan khusus telur fertil yang mana ruangan tersebut akan mempermudah peternak dalam penanganan telur tetas yang selanjutnya atau proses fumigasi.  Untuk menunjang proses fumigasi yang efektif, maka kita harus memperhatikan beberapa hal:

  • Temperatur Ruangan Fumigasi 27 ˚-29˚C,
  • Kelembaban 70-75,
  • Dosis Fumigasi KMnO4 PK dan Formalin 1:2 untuk 1m³, –

Permanganas Kalium = 6,5gr, – Formalin = 12cc,

  • Volume Ruangan dan Jumlah Telur,
  • Waktu Fumigasi selama 15-20 menit.

Proses Fumigasi adalah suatu proses sterilisasi telur dengan tujuan mengurangi atau bahkan menghilangkan kontaminan bibit bakteri yang menempel pada permukaan telur baik itu secara fisik, kimiawi ataupun mikroorganisme, agar telur benar-benar terbebas dari virus, bakteri maupun jamur.  Lanjut ke Grading telur atau seleksi telur dilakuakan dengan memilih atau memisahkan telur sesuai kriteria telur tetas dan telur komersil seusuai dengan kriteria yang sudah distandarkan.  Telur tetas memiliki kriteria seperti tidak kotor, tidak retak, kerabang normal, berat normal, warna sesuai dan berbentuk normal.

Penutup

Izin memperkenalkan diri, perkenalkan nama saya Adik Tanto Syahputra, bisa dipanggil tanto, lahir di Bandung pada tanggal 10 April tahun 2002, asal daerah dari sebuah kota kecil yang terletak di Bandung selatan atau lebih tepatnya di Pangalengan.  Selain memiliki ketertarikan dalam bidang yang berhubungan dengan peternakan, saya juga memiliki hobi seperti futsal, berenang dan lari. Pertama kali masuk sekolah pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2014 di SDN Pelita Jaya, kemudian setelah lulus saya melanjutkan ke MTs Ishlahul Amanah sampai tahun 2017, dan kemudian melanjutkan sekolah lagi ke SMKN 5 Pangalengan.  Saya merupakan lulusan tahun 2020 atau yang biasa disebut Angkatan corona/covid karena saya merupakan Angkatan pertama yang jalur lulusnya tidak dengan Ujian Nasional.  Selama kurang lebih 12 tahun Pendidikan latar belakang say aitu bukan berasal dari siswa yang selalu ranking 3 besar dikelas atau siswa yang berprestasi, tapi itu bukan suatu alas an untuk saya tidak melanjutkan Pendidikan.  Kemudian sekarang saya sedang melanjutkan Pendidikan di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor dengan nomor induk mahasiswa 020320131 dan sudah mencapai tingkat 1 (Satu) semester 2 (dua).

Ashkadia Bond

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *