Menjadi Pengusaha Sukses dengan Budidaya Burung Walet

Gambar 1 ilustrasi sarang burung walet

Pernahkah kalian mendengar tentang burung walet?Burung walet (Collocalia vestita) sendiri merupakan burung yang memiliki ciri fisik sayap yangmeruncing, berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya berwarna coklat.Burung ini umumnya memakan serangga seperti lalat, lebah, dan lain sebagainya. Burung ini rata – rata mempunyai masa hidup dengan kurun waktu 16 – 18 tahun. Walet dewasa umumnya dapat membuat sarang 3 kali dalam setahun, sarang ini bertujuan untuk membesarkan anak – anaknya tetapi bukan sebagai tempat tinggal walet dewasa. Sarang dibuat pada tempat yang sangat tinggi untuk menghindari serangan – serangan dari predator.

Ada beberapa jenis burung walet yang bisa ditemui di dunia, setiap jenis pastinya punya karakteristik, ciri dan perilaku yang berbeda satu sama lain. Jenis yang sering ditemui adalah:

1. Burung Walet Putih

Burung walet putih dinamai putih bukan karena bulunya yang berwarna putih, melainkan warna sarangnya yang berwarna putih. Kemudian jenis burung ini memiliki bulu bewarna coklat kehitaman di bagian atas dan bulu berwarna coklat dibagiaan bawah. Burung walet putih dikenal dengan suaranya yang nyaring, terlebih lagi jenis ini memiliki sayap yang lebih kuat sehingga mampu terbang lebih lama.

2. Burung Walet Sarang Hitam

Burung walet jenis ini dikenal dengan ciri bulunya berwarna coklat atau kehitaman dengan bulu ekor bewarna coklat kelapa, terdapat juga bulu merata di kakinya dan ekor yang sedikit bercelah. Panjang tubuh burung jenis ini pun dilihat tidak terlalu besar, besarnya hanya sekitar 13 cm. warna mata pada jenis ini biasanya coklat tua sedangkan paruh dan kakinya berwarna hitam. Burung walet jenis ini biasanya ditemukan di goa – goa yang memiliki asupan matahari yang sedikit.

3. Burung Walet Gunung

Burung walet gunung memiliki jangkauan terbang yang luas, burung ini biasanya terbang berkelompok ke daerah puncak gunung atau tebing – tebing dengan sangat cepat. Dilihat dari bentuk fisiknya, burung walet gunung tidak memiliki bulu ditubuhnya, selain itu juga memiliki suara yang nyaring dan tubuhnya tergolong besar sekitar 14 cm.

Burung walet biasa ditemui di goa – goa untuk bersarang, tapi ternyata burung walet juga bisa dijadikan hewan ternak dan dibudidaya oleh manusia bahkan dengan cara mudah dan sederhana loh. Hanya dengan mengundang burung ini menggunakan suara – suara burung walet dan membiarkannya menetap diatap rumah atau di bangunan kosong.

Banyak orang yang mencari – cari burung ini, tetapi bukan untuk diambil daging atau telurnya, melainkan sarangnya burung walet itu sendiri. Hal ini dikarenakan banyaknya manfaat yang berasal dari sarang burung ini.

Sarang walet terbuat dari air liur atau saliva walet. Air liur dari burung walet ini memiliki sifat lengket yang nantinya bisa mengeras jika terkena udara dan sering dikenal dengan istilah nest-cement yang berarti sarang semen.

Sarang burung walet sangat terkenal dengan manfaatnya yang luar biasa, khususnya dibidang kesehatan. Karena saking sulitnya menemukan hingga membudidaya burung walet sampai menghasilkan sarang, harga sarang burung walet ini bisa mencapai sekitar Rp. 28 – 42 juta per kilogramnya.

Apa saja kandungan didalam sarang ini? Sarang burung walet mengandung Asam Sialat yang sangat tinggi, bahkan mengalahkan kadar Asam Sialat dalam ASI kolostrum dan membuat sarang burung walet sangat baik untuk tubuh. Berikut manfaat – manfaat sarang burung walet untuk kesehatan:

  • Melancarkan Metabolisme Tubuh
  • Menjaga Kesehatan Sel Kulit
  • Mempercepat Regenerasi Sel
  • Menjaga Sistem Pencernaan
  • Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh (Booster)

Sarang yang dibuat oleh walet jantan memiliki warna putih cerah, bentuknya sedikit melengkung seperti mangkuk kecil. Setelah sarang yang dibuat oleh walet jantan terbentuk, walet betina akan bertelur dan biasanya telur yang dihasilkan tidak lebih dari tiga buah.

Telur dari burung walet biasanya menetas kurang lebih tiga minggu masa pengeraman, setelah menetas anakan ini membutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk bisa terbang dan meninggalkan sarangnya lalu empat bulan kemudian dari walet anakan menjadi walet remaja dan dilanjutkan oleh siklus berkembang biak.

Sarang burung walet adalah komoditasbisnis yang langka dan jarang ada di pasar Indonesia. Maka dari itu dengan budidaya burung walet dan mengambil sarangnya merupakan peluang usaha dengan keuntungan sangat besar.

Sebelum memulai budidaya burung walet ini, pastikan kalian sudah merencanakan apa saja yang akan disiapkan untuk budidaya ini. Berikut adalah langkah budidaya yang baik sehingga akan menghasilkan sarang yang baik pula untuk diperjual belikan.

1. Pemilihan Tempat

Sebelum memutuskan untuk membuat sarang walet, hal pertama dan terpenting yang perlu dilakukan adalah menentukan tempat dimana walet akan merasa nyaman untuk bersarang. Tempat yang optimal untuk membuat bangunan tempat walet bersarang adalah daerah sekitar pantai yang setidaknya memiliki ketinggian sekitar 1000 meter diatas permukaan laut, hal ini dipilih dikarenakan habitat alami walet memang berada di daerah sekitar pantai. Selain itu kalian juga harus memperhatikan sumber air bersih dan makanan alami walet sehingga walet akan sangat betah berada di tempat baru, dan ingat pembuatan tempat harus jauh dari pemukiman padat karena dapat mengganggu kenyamanan walet itu sendiri.

2. Pembuatan Tempat Bersarang

Lalu pembuatan tempat bersarag dilakukan dengan cara bangunan harus tinggi, gelap dan lembap. Hal ini dilakukan agar bisa menyerupai tempat tinggal alami walet yang sering bersarang didalam goa. Bangunan minimal berukuran 10×20 meter persegi dengan jarak antara lantai dan plafon yang cukup jauh. Kemudian buat lubang keluar masuk walet ke arah barat, hal ini agar sarang tetap gelap saat matahari terbit. Jangan lupa lengkapi bangunan dengan termometer dan alat penyemprot air otomatis guna menjaga kelembapan dari sarang walet. Detail dalam membangun tempat untuk walet bersarang adalah sebagai berikut:

  • Suhu udara dari bangunan harus sekitar 24 – 25 derajat celcius;
  • Kelembaban udara harus sekitar 80 – 95%;
  • Buatlah ventilasi udara dengan diameter 4cm dan diberi jarak per 5 meter;
  • Suasana kandang harus gelap seperti di dalam gua agar walet mau bersarang;
  • Gunakan lapisan kayu pada langit – langityang bertujuan sebagai tempat walet membuat sarangnya.

3. Pembibitan Burung

Kalian bisa menunggu burung walet datang sendiri ketempat yang telah disediakan untuk bersarang, tetapi pembibitan yang disarankan dimulai pada fase telur. Telur burung walet lebih murah dibanding dengan anakan yang sudah menetas, telur bisa dibeli dan gunakan inkubator sampai telur menetas, rawat anakannya hingga remaja dan usahakan sebelum walet menginjak usia remaja, kandang tempat bersarang harus sudah dikenalkan sehingga walet akan terbiasa dan mulai bersarang saat masa kawin tiba.

4. Pemeliharaan

Setelah berhasil membuat walet bersarang, langkah selanjutnya adalah menjaga kelembapan kandang dan ketersediaan air bersih untuk minum. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah situasi dimana predator berada, karena harus memastikan walet aman dari predator yang disekitar tempat mereka bersarang.

5. Panen

Rata – rata burung walet bersarang tiga sampai empat kali setahun. Ada beberapa cara panen yang dilakukan oleh banyak peternak walet.

Cara – caranya adalah sebagai berikut:

  • Panen sarang saat burung belum bertelur
  • Panen dilakukan dengan cara mengambil telur sebelum dikeram induknya, telur bisa digunakan untuk pembibitan selanjutnya
  • Panen setelah siklus selesai, pengambilan sarang dilakukan pada saat anakan walet meninggalkan sarangnya. Cara ini adalah cara yang paling efektif untuk memperbanyak populasi walet dikarenakan burung walet hanya menggunakan sarangnya sekali dalam siklus pembiakan.

Hingga saat ini Indonesia masih menjadi penyuplai sarang walet terbesar di dunia, sekitar 80% permintaan dunia dipenuhi oleh Indonesia. Komoditas ini umumnya digunakan untuk kebutuhan ekspor, Cina dan hongkong masih menjadi importir terbesar sarang walet dunia.

Identitas Penulis

Nama: Syamsudl Dluha

NIM: 02.03.20.185

Kelas: 1B

Jurusan: Peternakan

Prodi: Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan

Instansi: Politeknik Pembangunan Bogor (POLBANGTAN BOGOR)

Ashkadia Bond

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *