PEMBERIAN DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) SEBAGAI ANTIBIOTIK UNTUK AYAM BROILER

Ayam broiler adalah jenis ayam yang dipelihara atau di budidayakan untuk di manfaatkan dagingnya dan disebut juga ayam pedaging. Awal mulanya ayam pedaging dihasilkan dari perkawinan yang sudah mencapai tingkat genetik yang baik. Sehingga produktifitas ayam broiler ini tumbuh lebih cepat dari ayam yang lain. Namun disamping itu sebuah rekayasa genetik yang terjadi seperti ini  tentunya akan memberikan dampak dan resiko, salah satunya dari faktor kesehatan ayam itu sendiri. Pertumbuhan yang cepat dan produktifitas yang tinggi membuat ayam ini rentan terkena serangan penyakit. Disini penulis sedikit mengulas mengenai penyakit pada ayam broiler yang disebabkan oleh bakteri. Salah satunya sering ditemui di kandang peternak ayam broiler yaitu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Pullorum yang menyebabkan feses ayam menjadi berwarna putih (berak kapur biasa peternak sebut) dan berak hijau.

Oleh karena itu maka Pemberian Daun Jambu Biji yang sudah diolah untuk ayam menjadi salah satu solusi untuk menangani penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Pada daun jambu biji mempunyi tipikal yang rasanya pahit, teksturnya yang sedikit kasar dan mempunyai kandungan air yang cukup di bagian pucuk daunya. Serta kandungan utama pada daun jamu biji adalah memiliki kandungan senyawa tannin. Hal ini menjadi manfaat untuk mengobati dan mencegah ayam broiler dari bakteri salomnella pullorum. Umumnya manfaat daun biji itu sama hal nya bila diberikan kepada manusia yaitu bisa untuk meredakan diare. Sama halnya kandungan yang ada di dalam daun biji bermanfaat bagi ayam broiler.

Budidaya ayam broiler saat ini sudah banyak di adopsi oleh peternak-peternak yang ada di berbagai wilayah di Indonesia. Umunya pemeliharaan dilakukan di kandang khusus untuk pembesaran. Seiring waktu berjalan kandang ayam broiler mulai disentuh oleh teknologi sehingga kandang untuk pembesaran pun terbagi menjadi kandang Open house ( kandang terbuka,manual,) dan kandang Close house (kandang tertutup, otomatis). Ayam broiler itu sendiri yang dipelihara di kandang pembesaran berasal dari penetasan penetasan besar yang dimiliki oleh beberapa perusahaan. Kualitas DOC (day old chick) atau bibit ayam broiler akan diseleksi dan ditentukan kualitasnya (Grade) dengan box yang akan di kirim seuai permintaan peternak. Selanjutnya doc akan dipelihara di kandang-kandang pembesaran sesuai kapasitas yang ada.

Dikala pemeliharaan dilakukan maka seorang peternak dituntut untuk mampu memberikan perhatian khusus untuk ayam broiler fase starter. Salah satunya adalah dengan memberikan daun jambu biji melalui media air minum untuk ayam. Disini penulis ingin memberi tahapan proses pembuatan mulai dari alat dan bahan yang dibutuhkan sebagai berikut:

  1. Siapkan alat pisau atau benda tajam untuk mengambil daun jambu biji pada pohonnya.
  2. Peralatan yang dibutuhkan adalah parutan atau media untuk membuat daun jambu lebih halus dan mudah di peras.
  3. Kemudian siapkan wadah atau media untuk menyimpan daun jambu biji yang sudah di ambil.
  4. Selanjutnya daun jambu biji tersebut diolah dengan mencampurkan parutan atau daun jambu biji yang halus dengan air secukupnya.
  5. Setelah itu pisahkan ampas daun jambu dengan saringan.
  6. Maka air saringan tersebut siap untuk diberikan sesuai kebutuhan dan takaran.

Di dalam proses produksi sangat penting bagi seorang peternak untuk mengetahui dan menentukan pemberian pakan dan air minum pada ayam yang dipelihara. Karena pada sebagian besar keberhasilan pemeliharaan ayam broiler ditentukan oleh pakan yang diberikan. Misalnya dalam sebuah priode pemeliharaan itu 1000 ekor ayam yang budidayakan. Perlu diketahui bahwa perkiraan pemberian pakan selama 1 priode pemeliharaan yaitu sebanyak 2.5 tons pakan yang berbeda beda jenis dari mulai pakan untuk ayam priode starter sampai ayam priode finisher menjelang panen.

Selanjutnya yang paling penting dalam pemeliharaan ayam broiler adalah ketersediaan air. Sudah banyak sekali jenis dan  media untuk tempat minum ayam broiler. Namun bagi sebagian peternak kecil masih memilih galon dan tempat minum manual. Tujuan dan manfaatnya bisa dibilang lebih optimal dalam segi pemberian vitamin dan obat-obatan yang dirasa lebih mudah di kontrol.

Air minum menjadi media untuk pemberian daun jambu biji yang sudah diolah untuk membantu menjaga kesehatan dan mengobati ayam yang sudah terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum. Biasanya pemberian rutin dilakukan selama masa-masa rawan yaitu sekitar umur 2 minggu atau 15 hari sampai menjelang panen. Air minum dicampur dengan daun jambu biji yang sudah diolah kemudian di masukan ke dalam tempat minum sesuai kebutuhan. Dan waktu pemberian biasanya sore hari dan ada juga yang melakukan nya di pagi hari. Setelah kegiatan ini rutin dilakukan selama waktu yang ditentukan maka akan mulai terlihat efeknya terutama pada ayam yang terkena berak kapur atau berak hijau, yaitu feses ayam yang sudah mendapatkan efek samping dari pemberian air daun jambu biji ini akan kembali normal.

Selain dari proses-proses yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ayam boriler. Ternyata faktor tempat tinggal ayam bisa mempengaruhi keberhasilan produksi ayam tersebut, yaitu kandang ayam pembesaran. Ada beberapa tipe kandang yang dapat menentukan kenyamanan ayam, terbagi menjadi dua dan memiliki model atap tertentu sesuai keadaan dan kondisi lingkungan. Kandang tertutup (close house) yang umumnya mampu membuat lebih nyaman dan keadaan nya lebih stabil. Namun ada kandang terbuka (Open house) yang lebih dulu dikenal dan umum digunakan, karena tipe kandang ini membutuhkan pengaruh suhu dan kondisi dari luar maka harus memanjang dari timur ke barat dan dengan ketentuan lebar yang terbatas, alasannya adalah untuk mendapatkan cahaya matahari yang cukup dan sirkulasi udara di dalam kandang tidak buruk (mempunyai oksigen yang cukup, bau amoniak tidak naik). Untuk peralatan di dalam kandang pemliharaan umumnya sama saja, baik itu di kandang tertutup maupun di kandang terbuka. Meliputi tempat minum, tempat makan, pemanas suhu, kipas angin, dan lain-lain.

Tahap akhir sebuah produksi pemeliharaan ayam broiler adalah panen. Didalam sistem pemeliharaan ini meliputi beberapa hal yang umum dilakukan setiap priode pemeliharaanya. Dibedakan menjadi tahapan pasca panen yaitu sebelum persiapan kandang pemelihraan dilakukan. Selanjutnya tahap penangan fase starter dimana umumnya menggunakan Broading Ring (induk buatan untuk DOC), sampai ayam broiler berumur kurang lebih 2 minggu. Serta tahap tahap akhir penangan yaitu fase finsher. Tentunya setiap sudut pemeliharaan dan aktifitas kerja yang ada di dalam area pemeliharaan harus steril dan jauh dari sumber penyakit. Maka dari itu solusinya adalah menerapkan dan meningkatkan bioscurity nya. Keberhasilan setiap priode pemeliharaan bisa di hitung dan dilihat dari catatan harian berupa recording. Data yang di dalamnya berupa hasil yang diperoleh dari pemeliharaan, mulai dari gradding (menimbang ayam rata rata) dan memisahkan antara ayam yang sehat dan ayam yang sakit, menghitung kematian ayam dan ayam yang di afkir untuk menentukan mortalitasnya, kemudian akan di dapat perhitungan mengenai FCR (Feed Convertion ratio) yang umumnya semakin kecil nilai perhitungan suatu FCR maka semakin baik suatu priode pemeliharaan. Yang terakhir ada IP (index Performance) yang merupakan gabungan dari hasil data yang diperoleh untuk mengetahui dan mengukur tingkat keberhasilan pemeliharaan ayam broiler dalam satu kali priode.

Dengan berbagai banyak upaya yang telah dilakukan atau sedang dilakukan diharapkan menambah keberhasilan peternak dalam memelihara ayam broiler dengan keuntungan yang tinggi dan modal yang dapat ditekan lebih ringan. Dengan memanfaatkan apa yang ada di lingkungan kita baik itu tumbuhan, rempah-rempahan, selagi itu memiliki khasiat dan mudah di dapat maka tidak salah kita membuatnya menjadi lebih bermanfaat

Perkenalkan nama saya Tubagus Ilham Hidayat biasa dipanggil dengan sebutan “TB”. Saya lahir di sebuah desa terpencil dan kota yang terkenal dengan buah Nanas yaitu kota Subang. Sekarang saya sedang menempuh kuliah semester 2 di salah satu Kedinasan  yaitu Polbangtan Bogor.

FB: Tubagus Ilham Hidayat

Instagram: @tb.ilhamm

Ashkadia Bond

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *