Pemupukan Berimbang Untuk Menjaga Kesehatan Tanah

Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah untuk mencapai status hara esensial seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan. Jadi ini merupakan pemenuhan hara yang berimbang di dalam tanah, berimbang bukan berarti sama rata.

Pemupukan diberikan bagi hara yang kurang dalam tanah, jika sudah cukup maka diberikan hanya untuk memelihara hara tanah supaya tidak berkurang. Tetapi, takaran pupuk yang digunakan untuk memupuk satu jenis tanaman akan berbeda untuk masing-masing jenis tanah, hal ini dapat terjadi karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan susunan kimia tanah yang berbeda.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemupukan berimbang, antara lain : jenis pupuk yang digunakan, sifat dari pupuk itu sendiri, waktu dan syarat pemberian pupuk serta cara atau metode pemupukan. Peningkatan produksi pertanian dapat dicapai melalui teknologi spesifik lokasi. Namun, Saat ini teknologi pemupukan sesuai anjuran hampir tidak dilakukan oleh sebagian petani Indonesia. Sehingga kurangnya efisiensi dalam hal ini.

1. Kebutuhan Hara Tanaman

Pertama yaitu kebutuhan hara tanaman. Tanaman memperoleh makanan yang berasal dari udara, air tanah, dan unsur-unsur hara organik sebagai contoh :

  • Karbon (C ) Hidrogen ( H ), Oksigen (O)
  • (N), Pospor (P), Kalium ( K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), dan Klorin (Cl), Co ( Kobalt)

Unsur-unsur tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman, masing-masing unsur memiliki fungsi yang spesifik dan tidak dapat digantikan oleh unsur yang lain.

2. Jenis dan Manfaat Pupuk

Selanjutnya kita harus memperhatkan jenis dan manfaat pupuk.

1. Pupuk Nitrogen (N) yang berupa Amonium sulfat/ZA (NH4)2SO4, Urea (CO (NH)2), Amonium nitrat (NH4NO3).

Fungsi dari pupuk Nitrogen (N) bagi tanaman antara lain :

  • Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun
  • Membuat warna daun lebih tampak hijau
  • Memperbanak anakan
  • Memperbaiki mutu dan jumlah hasil

2. Pupuk P (Fosfor) yang termasuk pupuk ini adalah super pospat tunggal (ES), Double superfosfat (DS) dan Triple super fosfat (TSP), pupuk fosfor sebetulnya juga larut dalam air tetapi tidak secepat pupuk Urea.

Fungsi dari pupuk Fosfor (P) bagi tanaman antara lain :

  • Memperpanjang pertumbuhan akar, sehingga tanaman mudah menyerap makanan
  • Menguatkan batang dan mempercepat proses pemasakan buah
  • Memperbaiki mutu dan jumlah hasil

3. Pemupukan K (Kalium) yang termasuk dalam pupuk kalium adalah pupuk kalium tunggal antara lain kalium Zulfat (ZK), kalium mangnesium sulfat.

Fungsi Pupuk Kalium (K) bagi tanaman antara lain :

  • Memperbaiki pertumbuhan tanaman
  • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama/penyakit
  • Memperbaiki mutu hasil

3. Dosis Pupuk

Kisaran dosis pemupukan berdasarkan Permentan N0.40/OT.140/4/2007

  1. Apabila menggunakan pupuk tunggal

Pupuk Tanpa Organik dengan Jerami :

5 ton/ha dengan organic 2 ton/ha

Urea         :  250-350     230-330    200-250

SP36         :  50-100      50-100       25- 75

Kcl           :  50-100       0-50           30-80

2. Apabila menggunakan kombinasi pupuk tunggal dan pupuk majemuk

Phonska

Pupuk Dosis kg/ha :

Phonska    : 200      250       300

 Urea         : 185-285    170-270   150-250

 Sp36         : Kurang 15 s/d surplus P    Surplus P    Surplus P  Kcl                 :Kurang 50 s/d cukup K    Kurang 40 s/d Surplus K    Kurang 35 s/d Surplus K

Anjuran waktu pemupukan
–     I : umur 0-14 hari setelah tanam
–     II : umur 21-28 hari setelah tanam
–     III : umur 35 hari setelah tanam hingga primordial    

Alhasil dengan memperhatikan ini semua diharapkan kita bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *