Pertanian Organik Memiliki Banyak Keuntungan!

Korsatani – Seperti kita ketahui bahwa kehadiran pestisida bagi petani sudah menjadi barang wajib demi meningkatkan hasil panen. Pestisida, meski banyak yang tahu memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan bahkan manusia, tetapi penggunaannya masih tinggi di kalangan para petani mengabaikan pertanian organik. Bahkan, menurut berbagai penelitian salah satunya yang dilakukan oleh Lady Eve Balfour di tahun 1976, hasil panen dari tumbuhan yang berpestida bisa menurunkan tingkat kesehatan manusia.

Untuk mengurangi dampak negatif pestisida, dikenalkanlah pertanian organik sebagai langkah pencegahan penyakit yang diderita oleh manusia. Sayangnya, rasa ragu akibat kurangnya pengetahuan menghalangi petani untuk menerapkan pertanian organik pada tanamannya. Simak keuntungan-keuntungan di bawah ini yang akan Anda dapatkan ketika menerapkan sistem ini!

Harga jual lebih tinggi

Jika dibandingkan dengan pertanian yang masih menggunakan pestisida, harga jual hasil panen dari pertanian organik lebih besar hingga mencapai dua kali lipat. Contohnya beras anorganik. Saat ini, di pasaran harganya berkisan Rp10.000 hingga Rp12.000 per kg. Jika dibandingkan dengan harga beras merah organik, harganya bisa dua kali lipat karena beras merah dijual dengan harga Rp20.000 hinggan Rp40.000 per kg. Sudah tahu mana yang lebih mendatangkan untung?

Banyak peminat

Tren hidup sehat yang saat ini mulai dianut oleh banyak masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya hidup sehat sehingga memilih bahan makanan yang dihasilkan dari pertanian organik. Saat ini telah beredar beras merah organik, sayur, dan buah yang dalam masa penanaman hingga panen tidak tersentuh oleh bahan kimia berbahaya.

Kita lihat di media sosial, sudah banyak jasa layanan belanja sayur, buah, dan makanan organik lain. Hal ini menjadi bukti bahwa pertanian organik memiliki peminat yang banyak. Jadi, jangan khawatir hasil panen Anda tidak akan laku. Orang dengan tingkat kesadaran hidup sehat yang tinggi tidak akan terlalu memikirkan harga bahan makanan yang mahal asalkan itu menyehatkan tubuhnya.

Menjaga kesehatan lingkungan

Pertanian organik mengharuskan pembiaran organisme pengganggu selama masih di bawah ambang batas aman untuk tidak perlu dibasmi. Dengan membiarkan organisme ini untuk tetap hidup, Anda sudah ikut menjaga keseimbangan lingkungan, karena meskipun dianggap hama, tapi keberadaannya tetap dibutuhkan sebagai penyeimbang.

Jika Kita menggunakan pestisida berbahan kimia untuk membasmi organisme pengganggu, tak jarang organisme yang baik bagi lingkungan ikut terbunuh. Dengan begitu keseimbangan alam akan terganggu. Membiarkan organisme pengganggu tanaman mungkin akan memberikan risiko tumbuhan tidak memiliki tampilan yang sempurna bahkan lebih jelek. Namun, hal tersebut ternyata membuktikan bahwa buah atau sayur tersebut aman dari pestisida karena organisme lain menyukainya.

Menjaga kesuburan tanah

Pertanian organik akan sangat baik untuk menjaga kesehatan tanah karena bisa memperbaiki dan menjaga Ph tanah. Limbah pertanian bisa dikurangi, kualitas air lebih aman untuk dikonsumsi, serta meningkatkan populasi mikroorganisme tanah. Ini semua karena pertanian organik tidak melibatkan bahan kimia dalam proses perawatan tumbuhan.

Biaya operasional yang murah

Menerapkan pertanian yang lebih aman dan sehat, berarti Anda akan didukung penuh oleh Kementerian Pertanian dengan mendapat bantuan pupuk organik seperti kompos dan kandang. Bahkan Anda juga bisa memproduksi sendiri pupuk dengan menggunakan limbah hasil pertanian. Jadi, biaya untuk pupuk akan jauh lebih murah.

Dengan menimbang beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan ketika menerapkan sistem pertanian organik, kini sudah saatnya mulai beralih. Sistem ini memberi keuntungan untuk petani maupun konsumen, bahkan bisa menjadi kondisi lingkungan. Jadi, tunggu apalagi?

Picture credit: Freepik.com

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *